Bismillahirrohmaanirrohiim

CETAK BIRU MTs ASSALAFIYYAH MLANGI YOGYAKARTA



A.    LATAR BELAKANG
Pondok Pesantren Assalafiyyah Yogyakarta didirikan oleh Kiai Mashduqi pada tahun 1936 dalam rangka menyebarkan dakwah Islam ala Ahli Sunah Waljama’ah di Indonesia. Sepeninggal Kiai Mashduqi, lembaga pendidikan ini diteruskan oleh putranya yang bernama KH. Syuja'i Mashduqi.
Sebagai pendidikan tradisional, selama ini Pesantren Assalafiyyah telah berusaha mempertahankan pembelajaran ilmu-ilmu keislaman klasik warisan ulama salaf. Namun seiring perkembangan zaman dan terjadinya dikotomi antara ilmu agama dan umum, Pesantren Assalafiyah terdorong untuk terus menjaga tradisi keilmuan klasik sembari mengembangkan wawasan pengetahuan umum yang modern. Upaya konservasi tradisi dan modernisasi ini merupakan bentuk perwujudan dari prinsip al-muhafadhah ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdhu bi jadid al-ashlah (menjaga tradisi keilmuan klasik yang baik dan mengadopsi keilmuan modern yang lebih baik).
Pesantren Assalafiyah juga menyadari krisis moral anak bangsa yang diakibatkan oleh dikotomi pengetahuan agama dan umum. Banyaknya tawuran antar pelajar merupakan salah satu fenomena sosial yang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, Assalafiyyah memiliki tanggung jawab untuk ikut serta menanamkan nilai-nilai akhlaqul karimah kepada anak didiknya guna membangun generasi bangsa Indonesia yang berbudi luhur dan menjaga kerukunan di tengah-tengah kebhinekaan.
Pondok pesantren Assalafiyyah pun menyadari semakin berkembangnya kekerasan atas nama agama yang sangat meresahkan. Menyikapi fenomena itu, Assalafiyah merasa bertugas mengajarkan Islam yang penuh cinta kasih (rahmatan lil alamin) dan toleran (tasamuh). Ajaran ini dinilai sangat dibutuhkan untuk membangun kader muda bangsa yang inklusif sehingga mampu menghargai perbedaan dan kebhinekaan di negeri ini.
Selain itu, Assalafiyyah sadar akan tantangan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang cukup ekstrem. Hal itu mendorong pondok pesantren untuk ikut berkiprah dalam penanaman kesadaran bagi anak didik akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut dan tantangan-tantangan zaman yang semakin kompleks serta dorongan dari alumni dan wali santri, maka Pesantren Assalafiyah bertekad mendirikan pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada 10 Agustus 2012. Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan kontemporer yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini, maka pendirian MTs Assalafiyyah didasarkan atas visi dan misi sebagaimana berikut ini:

B.    VISI DAN MISI
Visi
Terwujudnya ilmuwan yang berkarakter ulama
Misi
1.      Menyelenggarakan pendidikan yang integral dan berkualitas berbasis pesantren yang di dalamnya berlangsung pembelajaran ilmu-ilmu akademis dan kepesantrenan
2.      Mengembangkan kecerdasan anak didik yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual
3.      Melatih keterampilan komunikasi bahasa Arab dan Inggris, pembinaan teknologi informasi, seni, dan olahraga
4.      Melahirkan lulusan yang beriman, berakhlak mulia, humanis, toleran, memiliki kesadaran pelestarian lingkungan hidup, dan berwawasan global
5.      Menciptakan lingkungan belajar mengajar yang mandiri, berorientasi sosial, transparan, progresif, dan terpercaya.


C.     STRUKTUR KEPENGURUSAN
Pelindung                               : KH. Syuja’i Masduqi
Penasehat                              : KH. Hasan Abdullah
                                                  KH. Nur Hamid Majid
                                      K. Zar’anuddin
Kepala Madrasah                  : Bpk. Irwan Masduqi, Lc. M. Hum.
Wakil Kepala Madrasah       : Bpk. Alif Jum’an. S. Si.
Tata Usaha                             : Bpk. Ahmad Saifullah, S.Pdi.


D.    PERATURAN DAN TATA TERTIB
BAB I
Tata Tertib Madrasah
Pasal I
Kewajiban Bagi Siswa/i
1.      Setiap tahun pelajaran baru, siswa/i lama harus mendaftar ulang pada minggu pertama.
2.      Datang ke sekolah 5 menit sebelum bel masuk berbunyi.
3.      Menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan di lingkungan madrasah.
4.      Bersikap dan berpakaian yang sopan dan santun serta sesuai dengan aturan syar’i.
5.      Mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat.
6.      Mengikuti kegiatan madrasah dan pesantren.
7.      Mengikuti kegiatan OSIS dan OSA (Organisasi Santri Assalafiyyah).
8.      Menyampaikan surat dari orang tua/wali/pegurus kepada guru piket jika tidak masuk sekolah.
9.      Meminta izin kepada guru kelas/guru piket jika mau meninggalkan kelas saat KBM berlangsung.
10.  Berseragam dengan rapi sesuai jadwal
·         Senin dan Selasa       : biru putih
·         Rabu dan Kamis      : putih putih
·         Jumat dan Sabtu       : seragam khas MTs Assalafiyyah
·         Berpeci bagi siswa dan berjilbab bagi siswi
11.  Masuk dan keluar kelas dengan tertib
12.  Berdoa pada saat masuk dan keluar kelas
13.  Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
14.  Belajar dengan tekun baik di madrasah, pesantren maupun di rumah
15.  Apabila ada jam kosong, ketua kelas harus melapor kepada guru piket
16.  Menjaga kebersihan lingkungan

Pasal II
Larangan Bagi Siswa/i
1.      Terlambat masuk kelas dan jika terlambat harus meminta izin terlebih dahulu kepada guru jaga
2.      Keluar dari lingkungan madrasah pada saat istirahat
3.      Berada di asrama saat KBM berlangsung
4.      Mengkonsumsi, membawa, memiliki dan mengedarkan rokok, miras dan narkoba
5.      Melakukan tindakan anarkisme
6.      Membuang sampah sembarangan
7.      Corat-coret dan merusak segala macam fasilitas madrasah
8.      Membawa, membaca, dan memperlihatkan pornografi
9.      Membawa teman dan tamu tanpa melapor ke guru jaga
10.  Membawa makanan dan minuman di kelas
11.  Makan dan minum sambil berjalan
12.  Berhubungan antar lawan jenis melalui surat, telepon, dan pertemuan langsung
13.  Mengucapkan kata-kata yang tidak sopan
14.  Memelihara kuku dan rambut panjang dan dicat bagi siswa
15.  Membawa hp dan alat elektronik lainnya
16.  Meminjam dan mengendarai sepeda motor
17.  Larangan syariat dan negara yang belum tertera menjadi larangan madrasah.

BAB II
Tata Tertib Pesantren
Sementara menyesuaikan kewajiban dan larangan pesantren yang sudah ada.

BAB III
Sanksi-sanksi
Pelanggaran Ringan
Pembinaan oleh wali kelas
Jika pelanggaran ringan dilakukan 3x maka menjadi pelanggaran sedang
Pelanggaran Sedang
Dijatuhi sanksi oleh pengurus, pemanggilan orang tua, dan penyitaan bagi pelanggaran yang berhubungan dengan larangan membawa barang elektronik dan lainnya
Jika pelanggaran sedang dilakukan 3x maka menjadi pelanggaran berat
Pelanggaran Berat
Dikembalikan ke orang tua

NB: hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib akan diatur kemudian

 
E.    JADWAL KEGIATAN DAN KURIKULUM MTS DAN PESANTREN
JADWAL KEGIATAN MTS DAN PESANTREN
No
Pukul
Kegiatan

05.00
Jamaah Shalat Subuh

05.30-06.00
Belajar wajib pesiapan madrasah

06.00-07.00
Persiapan masuk

07.00-13.00
Kegiatan belajar madrasah (KBM)

13.00-15.00
Ishoma

15.00
Jamaah Ashar

16.00-17.00
Pengajian pesantren (menyesuaikan jadwal dan kurikulum pesantren)

17.00-18.00
Mandi sore

18.00
Jamaah Maghrib

18.30
Tadarus Alqur’an

19.30
Jamaah Isya’

20.00-21.00
Pengajian pesantren (menyesuaikan jadwal dan kurikulum pesantren)

21.00-22.00
Belajar wajib

22.00-subuh
Istirahat
  

F. KURIKULUM MTS
Kurikulum MTs Assalafiyyah merupakan kurikulum yang terintegrasi antara kurikulum kepesantrenan, kementrian agama, dan kementrian pendidikan nasional. Kurikulum MTs disusun oleh Tim yang mempertimbangkan berbagai masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk: pengasuh pondok, guru, wali santri (komite) dan pihak terkait lainnya. Pengembangan kurikulum menggunakan prinsip pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

 K o m p o n e n
Kelas dan Alokasi Waktu
VII
VIII
IX
A. Mata Pelajaran Pokok



   1. Pendidikan Agama Islam



         a. Al-Qur'an-Hadis
2
2
2
         b. Akidah-Akhlak
2
2
2
         c. Fikih
2
2
2
         d. Sejarah Kebudayaan Islam
2
2
2
    2. Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
    3. Bahasa Indonesia
3
3
3
    4. Bahasa Arab
4
4
4
    5. Bahasa Inggris
4
4
4
    6. Matematika
4
4
4 + 2
    7. Ilmu Pengetahuan Alam
4
4
4 + 2
    8. Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4 + 2
    9. Seni Budaya
2
2
2
   10. Penjaskes
2
2
2
   11. Keterampilan/TIK
3
3
3
B. Muatan Lokal



1. Bahasa Jawa
2
2
2
2. Aswaja
2
2
2

Keunggulan Lokal dan Global
  1. Membaca Kitab Kuning
  2. Muhadasah ‘Arabiyyah
  3. English-speaking

G. Guru MTs Assalafiyah 2013/2014
Kategori  Agama
1.      Al-Qur'an-Hadis
Guru: Ibu Diana Rohayatul Farida, Lc.
2.      Akidah-Akhlak
Guru: Bpk. Ujang Badruzzaman, SE.
3.      Fikih
Guru: Bpk. A. Mahmudi. SHI.
4.      Sejarah Kebudayaan Islam
Guru: Bpk. A. Mahmudi. SHI.

Kategori Umum
1.      Pendidikan Kewarganegaraan
Guru: Bpk. Muhari Setiawan
2.      Bahasa Indonesia
Guru: Bpk. Ujang Badruzzaman, SE.
3.      Bahasa Arab
Guru: Ibu Diana Rohayatul Farida. Lc
4.      Bahasa Inggris
Guru: Bpk. Irwan Masduqi. Lc. M. Hum.
5.      Matematika
Guru: Ibu Anjumil
6.      Ilmu Pengetahuan Alam
Guru: Bpk. Alif Juman. S. Si.
7.      Ilmu Pengetahuan Sosial
Guru: Ibu Lina Marhumah, SE.
8.      Seni Budaya
Guru: Bpk. Ahmad Saiful. SPd. i
9.      Penjaskes
Guru: Bpk. Ahmad Saiful. SPd. i
1.  Keterampilan/TIK
Guru: Bpk. Alif Juman. S. Si.

Kategori Muatan Lokal
1.      Bahasa Jawa              : Bpk. Muhari S.
2.      Aswaja                        : Bpk. Ihsanudin, S. Kom.


 
Kepala MTs Assalafiyyah


Irwan Masduqi, Lc. M. Hum.

PALING DIMINATI

Back To Top