Bismillahirrohmaanirrohiim

NGAJI PAGI BARENG PAK KATIB (69)

Mohon maaf, kemaren (hari Sabtu, 13 April 2013, ngajinya terpaksa libur dikarenakan sakit parah dan harus operasi untuk mengganti organ tubuh yang mati dan tidak berfungsi. Yaitu hardisk komputer
saya. hehehe......).
Alhamdulillah pagi ini, kita sudah bisa ngaji lagi.

  (Bismillahirrah
­manirrahim, saya berniat ngaji karena Allah,semoga Allah memberikan ilmuNya dan menolong untuk bisa mengamalkannya)
---------------­-------
Sudah semestinya bagi setiap orang yang berakal untuk bangkit tersadar dari lelapnya kelalaian (agar dapat menyelesaikan kehidupannya di dunia ini dengan penuh rasa aman tentram, damai dan bahagia, serta dapat menempuh kehidupannya di alam kelanggengan akherat nanti dengan selamat, penuh nikmat, mulia di surge). Adapun pertanda orang terbangun dari lelapnya kelalaian, itu ada 4, yaitu :

(1) Menyelesaikan urusan dunia ini dengan qona’ah dan santai. Qona’ah ialah merasa cukup dengan apa yang ada pada dirinya, dan tidak menginginkan apa yang ada pada orang lain. Sedangkan santai artinya tidak terburu-buru. Kalau tercapai hari ini Alhamdulillah, kalau tidak tercapai hari ini tidak masalah. Karena masih ada hari esok, hari esoknya lagi, dan hari esoknya lagi. Bahkan seandainya tidak tercapai pun juga tidak apa-apa, karena seandainya tercapai pun akhirnya juga pasti hanya akan ditinggalkan juga.

(2) Menyelesaikan urusan akherat dengan rakus dan kemrungsung. Rakus artinya sangat ingin bisa mendapatkan yang sebanyak-banyak
­nya dan yang sebaik-baiknya.­ Sedangkan kemrungsung artinya tidak tenang dan tidak tentram hatinya sebelum berhasil mendapatkannya.
(3) Menyelesaikan urusan agama dengan ilmu dan dengan kesungguhan. Karena ibadah apapun yang dilakukan tanpa ilmu, maka ibadah itu akan tertolak, dan tidak mungkin diterima oleh Allah. Karena ibadah yang dilakukan dengan ngawur, tanpa ilmu, maka tidak akan membawa kebaikan, tapi malah akan mendatangkan keburukan. Itulah sebabnya, apapun yang akan dilakukan harus diketahui ilmunya, dan apapun yang tidak diketahui ilmunya, maka sebaiknya ditinggalkan tidak usah dikerjakan). Begitu pula harus dengan kesungguhan, karena semua urusan agama pasti berlawanan dengan keinginan nafsu, sehingga tidak mungkin dapat terselesaikan jika tidak dengan kesungguhan.

(4) Menyelesaikan urusan sesama mahluk dengan nasehat dan penuh perhatian. Nasehat ialah merasa senang jika orang lain berada dalam kebaikan dan kenikmatan, dan merasa susah jika orang lain berada dalam keburukan dan kesusahan.

Inilah tanda-tanda orang yang bangkit terbangun dan tersadar dari lelapnya kelalaian. Orang yang memiliki ketenangan dan ketentraman serta kebahagiaan dalam hidupnya di dunia ini, dan memiliki keselamatan dan kebahagiaan abadi di akherat nanti. Lantas….sudahka
­h kita terbangun dan tersadar dari lelapnya kelalaian sehingga pantas memiliki semua itu............­..... ???...Hehehe…Ha­nya kita-kita sendiri yang mengetahuinya. Yang jelas, jika kita belum memilikinya, maka masih ada kesempatan untuk bisa memilikinya. Selagi kita masih hidup.
Wallahu a’lamu bish shawaab, wahuwal mufaffiq ila aqwamit thariiq.
Ahad Pon, jam satu enambelas
14 April 2013.

PALING DIMINATI

Back To Top