Bismillahirrohmaanirrohiim

KHAZANAH TRANS7 : HUKUM MEMAINKAN REBANA BAGI LELAKI ADALAH HARAM ????

 Thobary Syadzily
Kebiasaan ngaji copas, akhirnya hilang keberkahan ilmu dan cenderung su'ul adab. Ngaji aja yang benar sama ulama secara "face to face" ! Nanti diterangkan secara panjang lebar, mana yang dibolehkan dan mana yang diharamkan .
Yang shahih bahwa Boleh hukumnya memainkan rebana (dan diiringi dengan pembacaan shalawat) meskipun di dalam masjid, misalnya untuk kepentingan acara pernikahan. Hal itu diterangkan di dalam kitab :

1. Al-Fatawi al-Kubra al-Fiqhiyyah, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami, jilid 4 halaman 356, cetakan "Darul Fikr" Beirut Libanon dengan keterangan sebagai berikut:

وفي الترمذي وسنن ابن ماجه عن عائشة - رضي الله تعالى عنها - أن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال «أعلنوا هذا النكاح وافعلوه في المساجد واضربوا عليه بالدف» وفيه إيماء إلى جواز ضرب الدف في المساجد لأجل ذلك فعلى تسليمه يقاس به غيره


2. Sunan Ibnu Majah, jilid 1 halaman 611, cetakan "Darul Fikr" Beirut Libanon dengan keterangan sebagai berikut:

حدثنا نصر بن علي الجهضمي و الخليل بن عمرو . قال : حدثنا عيسى ابن يونس , عن خالد بن الياس , عن ربيعة بن أبي عبد الرحمن , عن القاسم , عن عائشة , عن النبي صلى الله عليه و سلم قال: أعلنوا هذا النكاح , و اضربوا عليه بالغربال

 Fahman Zidny
Memukul rebana (terbangan) di dalam masjid pada acara-acara tertentu seperti akad nikah, pembacaan maulid, dan lain-lain terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama’. Sebagian ulama’ menyatakan haram karena menganggap masjid bukanlah tempat keramaian dengan memukul rebana, melainkan tempat khusus ibadah. Adapun hadits Nabi SAW :

{ أَعْلِنُوا هَذَا النِّكَاحَ وَافْعَلُوهُ فِي الْمَسَاجِدِ وَاضْرِبُوا عَلَيْهِ بِالدُّفِّ }
Dari aisyah R.A sesungguhnya rosulullah SAW bersabda : tampakkanlah pernikahan ini dan laksanakan di masjid-masjid serta pukullah terbang ” HR tumudzi,ibn majah.

, maka menurut mereka yang mengharamkannya
, maksud hadits itu adalah menampakkan akad nikah di dalam masjid dan memukul rebana di luar masjid. [1]
Namun menurut pendapat tidak sedikit dari para ulama’ seperti Izzuddin bin Abdussalam dan Ibn Daqiq al-‘ied, dua ulama’ yang terkenal dengan kealimannya dan kewara’annya menyatakan memukul rebana di dalam masjid diperbolehkan. [2]
Hanya saja harus tetap memperhatikan kehormatan masjid sebagai tempat ibadah dengan menjaga adab di dalam masjid seperti menjaga dari bergurau yang bisa mengganggu orang yang beribadah di masjid atau mengotori masjid dari makanan walaupun pada dasarnya makan dalam masjid diperbolehkan. Adapun jika bisa mengganggu orang yang sedang ibadah di masjid atau mengotori masjid, maka diharamkan.
 
Sumber :  https://m.facebook.com/media/set/?set=a.576912569020041.1073741917.100001039095629&type=1&p=10&refid=56

PALING DIMINATI

Back To Top