Bismillahirrohmaanirrohiim

Al-'Aql wa Fahm al-Quran : Edisi 5

Al-Quran merupakan kitab hidayah untuk manusia yg berakal. Banyak sekali ayat turun dlm beragam konteks menganjurkan umat manusia agar melihat dan memikirkan keagungan ciptaan Allah swt. Dengan menganalisis dan menghayati keagungan ciptaan Allah maka keimanan dapat meningkat.
Akal dlm al-Quran tidak selalu berkonotasi pada otak, tetapi juga hati. Ibnu Abbas, Mujahid, dan al-Syafi'i menafsirkan kata "qulub" dgn arti "al-'aql".
Al-Dhahak menyatakan bahwa fungsi kerasulan Muhammad saw adalah memberi peringatan kepada orang yang "hidup" (liyundhira man kana hayyan). Orang yg hidup adalah orang yg memfungsikan pikiran dan hatinya. Dengan demikian, maka orang yg malas berpikir dan tidak peka perasaannya sama dgn orang yg sudah mati. Biasanya, orang yg memfungsikan otak dan hatinya disebut oleh al-Quran dgn istilah ulil abshar atau ulil albab.
Al-Muhasibi menjelaskan bahwa Allah swt tidak menerima shalat, puasa, haji, umroh, sedekah, dan jihadnya seseorang apabila ia tidak berakal. Yg dimaksud "tidak berakal" adalah tidak melakukan ibadah-ibadah tersebut dgn kesadaran dan kesungguhan hati.
Sekian dulu.
= Gus Irwan Masduqi =

PALING DIMINATI

Back To Top