Bismillahirrohmaanirrohiim

DURHAKA PADA GURU USTADZ TIDAK BISA DITAUBATI?

Kalimat tersebut diperuntukkan bagi kaum sufi , kaum suci yang sudah mumpuni untuk menjadi jadzeb, masuk ke alam antara sadar dan tidak, alam yang mengarungi ke nikmatnya dzikir. Melihat pada hal hal gaib.

Pada saat itu, seorang syekh akan mengarahkan pada murid,, bagaimana cara cara yang terbaik agar murid mendapat ketinggian maqom seperti maqom syekh nya.
Maka bila murid mentaati perintah guru dan lalu menjalankan arahan gurunya, dia akan berhasil.
Tapi sebaliknya,, bila murid tidak mengindahkan arahan gurunya,, maka kesempatan pengangkatan maqom itu tidak akan pernah terulang lagi.

Keterangan ini senada dengan sebab wujud ya hadis

عن سماك بن حرب عن موسى بن طلحة عن أبيه طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه قَالَ : " مَرَرْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، بِقَوْمٍ عَلَى رُءُوسِ النَّخْلِ ، فَقَالَ : مَا يَصْنَعُ هَؤُلَاءِ ؟ فَقَالُوا يُلَقِّحُونَهُ ، يَجْعَلُونَ الذَّكَرَ فِي الْأُنْثَى ، فَيَلْقَحُ ،
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا أَظُنُّ يُغْنِي ذَلِكَ شَيْئًا ، قَالَ : فَأُخْبِرُوا بِذَلِكَ ، فَتَرَكُوهُ ، فَأُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ ، فَقَالَ : إِنْ كَانَ يَنْفَعُهُمْ ذَلِكَ ، فَلْيَصْنَعُوهُ ، فَإِنِّي إِنَّمَا ظَنَنْتُ ظَنًّا ، فَلَا تُؤَاخِذُونِي بِالظَّنِّ ، وَلَكِنْ إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنِ اللَّهِ شَيْئًا ، فَخُذُوا بِهِ ، فَإِنِّي لَنْ أَكْذِبَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلّ " . هذا لفظ مسلم.

Dalam riwayat yang lain lebih jelasnya

عن عائشة رضي الله عنها أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى الِلَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ أَصْوَاتًا ، فَقَالَ : " مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ ؟ " ، قَالُوا : النَّخْلُ يَأْبِرُونَهُ ، فَقَالَ : " لَوْ لَمْ يَفْعَلُوا لَصَلُحَ ذَلِكَ " ، فَأَمْسَكُوا ، فَلَمْ يَأْبِرُوا عَامَّتَهُ ، فَصَارَ شِيصًا ، فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى الِلَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : " كَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دُنْيَاكُمْ فَشَأْنُكُمْ ، وَكَانَ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ دِينِكُمْ فَإِلَيَّ " ، و في لفظ مسلم :" فَقَالَ : مَا لِنَخْلِكُمْ ، قَالُوا : قُلْتَ كَذَا وَكَذَا ، قَالَ : أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ " .

Maksudnya rasulullah melarang mengkawinkan pohon kurma itu, adalah untuk mengangkat derajat keyakinan mereka, dengan menampakkan keajaiban yang akan terjadi,, dari kurma yang tanpa pengawinan akan bisa keluar buahnya. Namun sayangnya para sahabat saat itu, ketika melihat ada kejanggalan sedikit saja, mereka langsung mengeluarkan kata protes
" karena jenengan larang akhirnya pohon kurma kami rusak".
Lalu rasulullah bersabda

انتم أعلم بأمور دنياكم.

Rasulullah itu tahu bahwa kurma kalau ingin keluar buahnya harus dikawinkan dulu. Karena beliau orang Arab. Bukan beliau tidak tahu. Bukan.. Tapi beliau melarang mengkawinkan karena ingin menampilkan hal yang spektakuler. Cuma mereka yang tidak mau pada arahan beliau.

Jadi kalimat tersebut
عقوق الأستاذ فلا توبة له
bukan karena durhaka, mencaci guru, atau sombong pada guru atau yang lainnya. Tidak,, tapi kalimat itu pada arahan kesempatan naik derajat dari syekh bila tidak diindahkan oleh murid, kesempatan itu akan menguap tidak akan pernah kembali lagi.

PALING DIMINATI

Back To Top