Bismillahirrohmaanirrohiim

SARUNG DAN KOPYAH ALA INDONESIA JUGA SUNNAH NABI

Alhamdulillah ... Bisa ngaji langsung kepada Syekh al Alim al Allamah Habib Sayyid Ouwn Al Qoddumi al Urduni di Amman. JORDANIA dalam rangka ikhtifal maulidirrasul SAW. Ada byk ilmu yg diberikan langsung oleh keturunan Rasulullah yg tinggal di Jordan dan sering ke Indonesia ini.

1. Tidak ada riwayat satupun jidat Rasulullah hitam sebagai _atsarussujud_. Artinya wajah Rasulullah bersih dan bercahaya dan tak ada titik hitamnya di jidatnya, meski beliau kita tahu dalam banyak riwayat adalah orang yg paling khusyuk, paling banyak dan paling lama sujudnya. Tak ada yang membandingi dan menyamai beliau dalam bersujud.

2. Sunnah rasul soal jenggot banyak riwayat, kadang jenggot dibiarkan tapi pasti dirapikan, riwayat yg soheh sekepalan tangan beliau, kadang dicukur tipis rapi, bahkan pernah cukur bersih.

3. Soal _imamah_ atau surban, kadang cuman pakai surban ditaruh di selampirkan kaya orang Arab, kadang _diudeng²_, kadang pakai surban dg peci, kadang pake peci atau kopyah aja, kadang gak pakai apa² sama sekali alias kelihatan rambutnya beliau.

Jadi nggak boleh ada yg mengklaim pakai surban dan udengnya paling benar dan pakai Kopyah ala Indonesia juga bagian dari Ihyaussunnah.

4. Soal cara berpakain dan warna kainnya, pakaian Rasulullah itu warna warni kadang merah, kuning, biru sering hijau dan lebih sering putih.

Demikian juga soal _isbal,_ larangan isbal itu karena sombong, kalau tak sombong dan sudah menjadi adat dan tradisi yang pantas, asal tidak israf sampai _ngengsreh_ ke tanah, dan gak ada niat sombong. Ya wala ba'sa bihi alias gak apa.

Soal izar, atau sarung, menurut syekh Qoddumi, itu sudah sangat sunnah, karena ada riwayat Rasulullah juga menggunakan sarung dan menyukainya untuk dipakai.

Lihat sekarang, orang umroh dan haji saat berihram semua cara makainya seperti makai sarung, digulung². Itu tandanya bersarung sangat syar'i dan ihyaussunnah. Jadi bersarung yang diajarkan para masyayikh guru² kita itu tak asal, alias ada rujukan sunnahnya.

Intinya kalau kita mau ikut tata cara Rasulullah seutuhnya, gak akan mampu kita, karena kita bukan duplikasi beliau, tidak akan ada yg sesempurna Rasulullah, tapi ikutilah Rasulullah semampu kita.

Jangan pernah mengklaim paling ahli sunnah, paling benar dan paling mirip Rasulullah, karena Rasulullah selalu memberikan pilihan kepada sahabatnya dan umatnya sesuai kemampuannya dalam beribadah.

Kesimpulannya, agama itu memberikan koridor yg tegas kalau urusan ibadah. Tapi kalau sudah terkait muamalah, tata cara berpakain dan berjenggot serta bersurban, sudah pasti berkait erat dengan budaya. Yang pasti, kalau soal pakaian, koridornya menutup aurot dhohiron wa batinan, alias tidak ketat _mbendul²_. Wallahu 'alam bissowab.

Demikian sebagian ilmu yg luar biasa bisa kita ambil dari syekh sayyid Qoddumi.

Salam Perdamaian. JAGA PERSATUAN DAN UKHUWWAH. JAGA NKRI. (Aljahil Alfaqir Addzanib Muhammad Nur Hayid).

PALING DIMINATI

Back To Top